
Bulan November 2025 bergerak cepat di MA Persis Tarogong, penuh aktivitas, perjalanan, kompetisi, dan ruang-ruang belajar yang membuka pintu tumbuhnya potensi terbaik para santri. Hampir di setiap pekan, madrasah tampak hidup oleh dinamika kegiatan yang berlangsung dari Garut, Bandung, hingga Jakarta. Semua itu menjadi cermin komitmen madrasah dalam membentuk santri yang unggul, percaya diri, dan siap berkiprah di berbagai bidang.Bahkan sebelum pertengahan bulan tiba, catatan prestasi sudah lahir pada 3 November. Lima santri MA Persis Tarogong berhasil membawa pulang gelar juara kelas festival pada Kejurnas BKC Tahun 2025 “Piala Wamenhan RI”. Mereka tampil tangguh, disiplin, dan penuh konsentrasi, menegaskan bahwa pembinaan olahraga beladiri di madrasah bukan sekadar rutinitas, tetapi ruang nyata untuk menempa karakter berani dan sportivitas sejati.Rangkaian kegiatan kemudian semakin padat memasuki 17 November melalui Manasik Santri se-Kabupaten Garut (MASTER) di SOR Ciateul. Sebanyak 298 santri kelas 11 mempraktikkan rangkaian ibadah haji, dari ihram hingga wukuf, dengan pendampingan para pembimbing. Selain memastikan penguasaan tata cara yang benar, kegiatan ini menanamkan kedisiplinan, ketertiban, dan semangat kebersamaan yang menjadi karakter dasar seorang santri.Pada hari yang sama, atmosfer madrasah turut terasa di Jakarta. Tazqia Qori Qonita mewakili MA Persis Tarogong dalam Jambore Pelajar Teladan Bangsa (JPTB) X 2025 yang diselenggarakan Ma’arif Institute. Lima hari penuh di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan DKI Jakarta menjadi ruang pembinaan karakter, dialog kebangsaan, hingga simulasi kepemimpinan bersama para pelajar terpilih dari seluruh Indonesia. Pengalaman ini memperkaya perspektif Tazqia sebagai pelajar madrasah yang aktif serta siap tampil di forum nasional.Tak lama berselang, 20–23 November, suasana kompetisi lintas budaya dan agama mewarnai perjalanan 10 santri putra dari Ambalan Syihabuddin dan 9 santri putri dari Ambalan Aminah Dahlan pada Kemah Bakti Harmoni Beragama ke-4 Jawa Barat di Kiarapayung, Sumedang. Kegiatan ini mempertemukan pelajar dari berbagai latar untuk belajar memahami keberagaman, membangun dialog yang santun, dan menumbuhkan kepemimpinan yang berakar pada nilai toleransi. Selama empat hari itu, para santri bukan hanya berkemah, tetapi belajar menjadi pribadi yang lebih matang dalam sikap dan lebih luas dalam pandangan.Sementara itu, geliat peningkatan kapasitas akademik, sosial, dan mental santri memuncak pada 21 November. Dalam waktu bersamaan, kelompok-kelompok santri mengikuti tiga kegiatan berbeda. Aghnia, Fauziah, Ghassani, Radith, dan Hanif Aqdam mendalami penyusunan proposal penelitian dalam Workshop OPSI yang diselenggarakan oleh UNIGA dengan didampingi Ibu Robiyani; sebagian lainnya yang merupakan staf pengurus RGM dan UGM ditemani Ust. Ilham Maulana menyimak gagasan kepeloporan pelajar dalam Stadium General Pendidikan PW PII Jawa Barat; dan kelompok lainnya yang terdiri dari Symran Lu’lua dan Asyifa Arrodiyah mempelajari dukungan awal pada kesehatan mental dalam kegiatan P3LP di SMA 6 Garut, didampingi Ibu Destia. Hari itu, madrasah benar-benar hidup sebagai ruang belajar multidimensi yang bertemu dalam satu tujuan: membentuk santri yang kuat, peduli, dan berpikir kritis.Keseruan bulan November juga hadir dalam bentuk keceriaan kompetisi. Pada 19 November, Ummahatul Ghad Mu’allimin (UGM) kembali menggelar Class of Santri (COS), ajang tahunan yang memberi ruang bagi santri putri kelas 10 dan 11 untuk beradu kecerdasan, ketangkasan, serta kekompakan tim. Tahun ini, konsep COS lebih segar dan menantang, menempatkan santri bukan hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai penggerak kreativitas dan kerja sama. Suasana Aula Syihabuddin dipenuhi tawa, sorak, dan energi positif yang menunjukkan bagaimana kompetisi bisa menjadi ruang tumbuh yang menyenangkan.Semangat berkompetisi tidak berhenti di sana. Lapangan futsal menjadi saksi keberhasilan tim MA Persis Tarogong yang meraih Runner Up pada ajang Teknik Soccer Championship Vol. 4 tingkat SMA/SMK/MA se-Kabupaten Garut pada 24 November 2025. Permainan mereka penuh determinasi, memadukan strategi, kekuatan fisik, dan mental juara yang terus menyala hingga peluit akhir pertandingan.Di Bandung, sorotan prestasi lain datang dari para atlet Taekwondo MA Persis Tarogong. Pada UIN Taekwondo Championship yang berlangsung 21–23 November, empat santri menorehkan catatan membanggakan. Kerja keras, ritme latihan yang terjaga, dan keberanian mereka di atas matras menjadi bukti bahwa potensi santri madrasah tumbuh subur di lintasan olahraga.Penutup bulan diramaikan oleh kiprah Lativa Inaya Widyaswara yang mengikuti Pelatihan Reporter Pelajar di Command Center UPTD TIK Pendidikan Jawa Barat. Di sana, Lativa mempelajari teknik peliputan, etika media, hingga keterampilan menulis berita—bekal penting bagi generasi muda yang melek literasi informasi dan mampu menyampaikan kebenaran dengan cara yang tepat.Dari kegiatan kemah hingga kompetisi, dari dialog kebangsaan hingga pelatihan kesehatan mental, dari lapangan futsal hingga matras taekwondo, seluruh rangkaian agenda bulan November menyiratkan satu pesan kuat: MA Persis Tarogong adalah ruang tumbuh yang terus hidup dan bergerak. Madrasah ini bukan sekadar tempat belajar, tetapi tempat menemukan diri, menguji kemampuan, memperluas jaringan, dan menumbuhkan karakter santri yang siap menghadapi masa depan dengan percaya diri.Serangkaian agenda tersebut menjadi potret bahwa MA Persis Tarogong tidak hanya fokus pada prestasi akademik. Madrasah menghadirkan ruang eksplorasi yang luas—dari kepemimpinan, jurnalistik, pramuka, penelitian, hingga kesehatan mental. Setiap kegiatan adalah langkah kecil menuju santri yang percaya diri, dewasa dalam sikap, dan siap berkontribusi bagi masyarakat. Di MA Persis Tarogong, potensi bukan sekadar bakat; ia adalah amanah yang harus terus ditumbuhkan.
Garut, 11 Oktober 2025 Madrasah Aliyah Persis Tarogong bersama Staf RGM dan UGM yang baru dilantik menggelar seminar bagi santri kelas 10 dan 11 dengan tajuk “Mindful on the Road, Resilient in Life” yang mengangkat isu penting mengenai kesehatan mental dan keselamatan berkendara. Acara berlangsung pada Sabtu pagi (11/10) di Aula Syihabuddin Pesantren Persis Tarogong, dari pukul 06.30 hingga 11.40 WIB. Kegiatan berlangsung sejak pukul 06.30 hingga 11.40 WIB dengan menghadirkan narasumber dari berbagai bidang, mulai dari ahli gizi, kepolisian, hingga psikolog. Kegiatan dikemas dengan terbuka dan menarik. Selain penyampaian materi, terdapat ice breaking yang membuat suasana lebih segar sehingga santri tetap bersemangat, door prize untuk menambah antusisme santri, sementara penampilan hiburan dari santri putra berbakat di bidang tarik suara turut memeriahkan acara. Selain menghibur, penampilan tersebut menjadi wadah untuk menampilkan potensi dan kreativitas santri di luar bidang akademik. Dalam sambutannya, Mudir Mln/MA Persis Tarogong, H. Aan Adam, Lc., menegaskan bahwa kegiatan ini digelar dengan tujuan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental sebagai kunci keberhasilan santri dalam belajar dan berperilaku, terutama di tengah tantangan pendidikan yang semakin kompleks. Beliau juga menyinggung karakter generasi strawberry, generasi muda yang kreatif dan cepat beradaptasi, namun kerap rentan goyah ketika menghadapi tekanan. Oleh karena itu, H. Aan Adam, Lc. berpesan agar para santri membangun ketangguhan mental, disiplin, serta kesadaran diri. Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa keselamatan berkendara merupakan wujud tanggung jawab sekaligus kepedulian sosial. “Keselamatan di jalan bukan hanya soal aturan, tetapi juga cerminan keseimbangan mental dan kedewasaan sikap,” tegasnya. Sesi pertama diisi oleh Siti Nurbayani Sholihah, S.Tr.Gz, tim Ahli Gizi MBG – SPPG Garut Tarogong Kidul Pataruman 1. Mereka menyampaikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik agar lebih fokus, aktif, dan produktif dalam belajar. Pemateri menegaskan pentingnya asupan karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral untuk perkembangan otak dan daya tahan tubuh, serta kesadaran food safety demi memastikan makanan yang aman dan sehat. Materi berikutnya dibawakan oleh Ipda Tujiran, S.H., Kanit Kamsel Satlantas Polres Garut. Ia menekankan bahwa disiplin berlalu lintas bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral untuk melindungi diri dan orang lain. Sejak remaja, santri perlu membiasakan diri dengan aturan lalu lintas, seperti penggunaan helm berstandar SNI, kelengkapan surat kendaraan, serta kepatuhan terhadap rambu dan marka jalan. Menurutnya, “Pelanggaran sekecil apa pun bisa berakibat fatal, karena itu kehati-hatian dan saling menghargai adalah kunci keselamatan di jalan.” Sesi terakhir diisi oleh Tim Ruang Emotika yang dipimpin Dewi Nadhipah, S.Sos., M.Pd. dan Indri Awalia S., M.Psi. bersama tiga fasilitator. Dalam sesi “Cerita di Balik Emosi”, Ibu Dewi mengajak santri merefleksikan emosi yang mereka alami melalui storytelling dan journaling. Santri diajak bertanya pada diri sendiri: emosi apa yang sering muncul, bagaimana mereka mengatasinya, dan siapa yang menjadi tempat kembali saat mood sedang turun. Dilanjutkan dengan sesi “Rahasia Mental Tangguh ala Santri” bersama Ibu Indri. Ia memberikan pemahaman tentang cara mengontrol emosi dan membangun ketahanan mental. Santri diajak melihat tantangan akademik maupun spiritual sebagai proses tumbuh, bukan beban, serta mempraktikkan teknik sederhana agar tetap kuat dan sehat secara psikologis. Pada sesi diskusi, suasana berlangsung interaktif. Dalam materi keselamatan berkendara, santri secara kritis mempertanyakan maraknya pemberitaan negatif tentang polisi serta bagaimana pihak kepolisian menyikapinya. Sementara itu, pada sesi kesehatan mental, pertanyaan santri lebih banyak berfokus pada tips agar tidak mudah burn out atau stres dalam menghadapi beban tugas sekolah. Pertanyaan-pertanyaan tersebut mencerminkan kepekaan sekaligus kebutuhan santri terhadap isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka. Dengan kemasan yang inspiratif dan interaktif, seminar ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran santri akan pentingnya menjaga kesehatan mental sekaligus keselamatan dalam berkendara, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang tangguh, disiplin, dan berkarakter.
GARUT – Aula Syihabuddin Pesantren Persis Tarogong dipenuhi atmosfer kompetisi yang berbeda pada Selasa (19/11/2025). Ummahatul Ghad Mu’allimin (UGM) Persis Tarogong kembali menggelar Class Of Santri (COS), sebuah ajang adu kecerdasan tahunan yang kali ini diikuti oleh santri putri kelas 10 dan 11. Tahun ini, COS tidak sekadar hadir sebagai rutinitas, melainkan membawa konsep yang jauh lebih segar dan menantang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dengan format baru yang memadukan kecerdasan intelektual, ketangkasan, serta soliditas tim, ajang ini dirancang sebagai pembuktian diri para santri di tengah gempuran era digital. Hal ini ditegaskan oleh Kepala MA Persis Tarogong, Ust. H. Aan Adam, Lc., dalam sambutannya. Beliau menyoroti realitas tantangan hidup modern di mana teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), telah mendominasi berbagai aspek kehidupan manusia, mulai dari gaya belajar hingga pengambilan keputusan. Meski teknologi terus berkembang pesat, Ust. Aan mengingatkan bahwa manusia memiliki modal fundamental yang tak tergantikan oleh mesin manapun, yakni sinergi antara IQ (Intelligence Quotient), EQ (Emotional Quotient), dan SQ (Spiritual Quotient). Menurutnya, COS tahun ini adalah ruang simulasi untuk mengasah ketiga kecerdasan tersebut. Ia menegaskan bahwa kemampuan manusia—dalam hal ketelitian, kerja sama, dan ketangguhan mental—masih jauh melampaui kapasitas teknologi. Dinamika kompetisi terlihat jelas melalui empat tahapan babak yang harus dilalui para peserta. Kompetisi dibuka dengan Opening Challenge, di mana tiga peserta dalam satu tim diuji kekompakannya untuk menjawab sepuluh pertanyaan secara kolaboratif. Tensi permainan meningkat saat memasuki Babak Numerasi, yang menuntut kecepatan dan ketepatan berpikir individu melalui sistem rebutan. Tantangan semakin berat di Babak Memory, sebuah sesi yang memaksa santri untuk melepaskan ketergantungan pada teknologi pencari informasi dan mengandalkan fokus serta daya ingat murni. Puncaknya, atmosfer Aula Syihabuddin memanas pada babak The Last Battle, segmen penentuan yang menguji wawasan pengetahuan umum para finalis untuk merebut gelar juara. Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan COS ini membawa misi pendidikan yang selaras dengan visi madrasah. Tidak hanya sekadar mencari pemenang, kegiatan ini menjadi laboratorium untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis (critical thinking), melatih komunikasi efektif, serta menanamkan nilai-nilai sportivitas dan tanggung jawab. Melalui tantangan yang variatif dan pesan mendalam dari pimpinan madrasah, Class Of Santri 2025 sukses menjadi wadah edukatif yang mempersiapkan santri untuk mengenali potensi terbaik mereka dalam menghadapi dunia yang semakin terdigitalisasi.
Garut, 14 Februari 2025 – Ummahatul Ghad Mu'allimin (UGM) Masa Jihad 2024/2025 telah sukses menyelenggarakan Du'at Camp di Eduwisata Gunung Guntur pada tanggal 13-14 Februari 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri kelas 10 putri MA Persis Tarogong. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk santri yang tidak hanya berilmu, tetapi juga memiliki keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan manajemen dakwah yang baik. Selain itu, Du’at Camp bertujuan untuk memberikan wawasan kepada para santri tentang pentingnya menjadi penyebar kebaikan dengan keteguhan akidah, keluasan ilmu, dan kemampuan berdakwah dengan hikmah, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur'an surah Ali Imran ayat 104. Begitu pula, hadis Nabi ﷺ menyatakan, "Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat" (HR. Bukhari), menjadi landasan bahwa setiap Muslim memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan ajaran Islam, sekecil apapun ilmu yang dimiliki. Para peserta mendapatkan pembinaan dari dua pemateri yang sangat berkompeten dalam bidang dakwah dan pengembangan diri. Hj. Ai Nurjannah memberikan pemaparan tentang tantangan da’i dan influencer di hadapan algoritma teknologi, sementara Intan Nur Imani membagikan tips dan trik agar bisa fokus dalam menghafal Al-Qur’an. Dalam kesempatan tersebut, Intan menyarankan agar para peserta menyimpan gadget mereka dan hanya menggunakannya untuk keperluan telepon, guna menghindari gangguan dalam proses menghafal. Kegiatan ini tidak hanya berupa talkshow, dimana santri mendengarkan pemaparan mareri dari narasumber yang terpercaya, tetapi juga mencakup berbagai kegiatan interaktif yang mendidik, seperti pos-posan, kultum, dan games. Pada sesi kultum, perwakilan dari setiap kelas diberi kesempatan untuk memberikan tausiah singkat dengan tema utama "Ramadhan", yang tentunya menjadi bagian dari proses peningkatan kemampuan berbicara dihadapan publik sekaligus peningkatan spiritualitas para peserta. Kegiatan pos-posan yang dilaksanakan pada malam hari memiliki konsep permainan yang mengedukasi, khususnya mengenai teori dan praktek dakwah, sehingga para santri dapat langsung mempraktikkan ilmu yang telah mereka pelajari. Diakhir kegiatan, UGM berharap melalui kegiatan ini para santri dapat semakin memperkuat ukhuwah Islamiyah, memperdalam ilmu agama, serta meningkatkan keterampilan dakwah sesuai dengan perkembangan zaman.
Garut, 14 Desember 2024 – MA Persis Tarogong yang berada di bawah naungan Pesantren Persis Tarogong sebagai penerima manfaat Program Madrasah Digital Learning (MDL) sukses menyelenggarakan diseminasi MDL. Acara yang berlangsung di Aula Syihabuddin Pesantren Persis Tarogong ini menjadi tonggak penting dalam upaya transformasi pendidikan di lingkungan Pesantren, khususnya di wilayah Garut dan sekitarnya. Dalam kegiatan ini turut hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Garut, Dr. H. Saepulloh, S.Ag.,M.Pd.I., Pengawas Bina Madrasah, H. Aceng Mahmud Fauzi, PD Persis Garut yang diwakili oleh Iwan Ridwan, serta tokoh-tokoh pendidikan Garut lainnya. Dengan mengundang berbagai madrasah sekitar, seperti Mts, Persis Tarogong, MI Al-Mukhlis, MAN 2 Garut, MAS Persis 19 Garut, dan lainnya, acara ini menjadi ajang pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Puncak acara adalah peresmian Smart Class dan Smart Library yang ditandai dengan penandatanganan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Garut, Dr. H. Saepulloh, S.Ag.,M.Pd.I., dan Mudir ‘Am Pesantren Persis Tarogong, H. Mohammad Iqbal Santoso. Heri Mulyadi, S.H.I., PMA Bidang Pendidikan Pesantren Persis Tarogong dalam sambutannya, mengungkapkan bahwa digitalisasi di Pesantren Persis Tarogong telah dimulai sejak beberapa tahun lalu, dan dengan adanya Program MDL ini semakin memperkuat dan mengakselerasi upaya digitalisasi tersebut. “program MDL ini sesuai dengan visi-misi kami (pesantren) yaitu membina insan berakhlakul karimah, tafaqquh fiddin, dan menguasai IPTEK.” Ucap Heri. Dalam kegiatan ini pula, Madrasah menghadirkan tiga pemateri sekaligus dan mengajak madrasah-madrasah yang diundang untuk mempersiapkan dan melakukan transformasi digital di madrasahnya masing-masing. Pemateri pertama datang dari Sulasmo Sudharno, Konsultan REF PMU MEQR BKMDL Kemenag dan membawakan tema “Madrasah Digital Learning: Menginisiasi Transformasi Pendidikan Berbasis Teknologi". Dalam paparannya, Sulasmo Sudharno menekankan pentingnya transformasi digital yang dibangun secara menyeluruh oleh seluruh ekosistem pendidikan. Mulai dari kebijakan, kepemimpinan, pendanaan, infrastruktur, hingga peran guru, siswa, orang tua, dan komunitas. “Transformasi digital bukan hanya sekadar mengadopsi teknologi, tetapi juga mengubah mindset dan budaya belajar,” ujarnya menambahkan. Senada dengan Sulasmo, pemateri kedua yang juga seorang akademisi dan praktisi IT di Kab. Garut, Yusep Maulana., S.Kom, M.Kom., memberikan pemahaman mendalam mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan. Ia memaparkan langkah-langkah yang perlu dipersiapkan dalam menuju transformasi digital, seperti penyusunan kebijakan, pengembangan SDM, penyediaan konten berkualitas, serta penyediaan perangkat keras dan lunak yang memadai. Pemateri ketiga yang merupakan Kepala MA Persis Tarogong, H. Aan Adam, Lc., memaparkan proses transformasi digital di MA persis Tarogong yang dimulai sejak tahun 2019 dan dengan program MDL semakin menguatkan apa yang telah dilakukan oleh madrasah selama ini. Aan Adam pun berharap diseminasi MDL ini dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi madrasah lain untuk melakukan transformasi pendidikan melalui proses digital. “Dengan adanya Smart Class dan Smart Library, kami optimis dapat meningkatkan kualitas pembelajaran santri dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan di era digital,” ungkapnya mengakhiri paparannya. Diseminasi itu sendiri adalah adalah proses penyebaran informasi, ide, atau pengetahuan kepada khalayak yang lebih luas. Tujuan utama dari diseminasi adalah untuk berbagi informasi penting, meningkatkan kesadaran, atau mempengaruhi opini publik.

Garut,31/8/2024Sabtu, 31 Agustus 2024, Bidang Pengembangan Prestasi Mln/MA Persis Tarogong umumkan pemenang Festival Cinta Tanah Air (FCTA) 2024 sekaligus bagikan hadiah berupa uang pembinaan untuk para pemenang Festival Cinta Tanah Air (FCTA) 2024 pada Bai’at yang digelar di Lapang Timur Pesantren Persis Tarogong. FCTA itu sendiri merupakan kegiatan perlombaan yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan kemerdekaan Indonesia serta menggali minat dan bakat santri. Pelaksanaan FCTA dikelola secara hibrid (onlinedanoffline). Perlombaanonlinedilaksanakan pada tanggal 3-15 Agustus 2024, sedangkan perlombaanofflinedilaksanakan pada 18 Agustus 2024 di lingkungan Madrasah.Perlombaan yang diikuti para santri pun beragam, mulai dari lomba video pendek, lomba poster, lomba orasi, dan lomba fotografi yang pelaksanaannya secaraonline. Selain itu ada pula lomba debat, lomba pesona pahlawan, lomba simfoni kemerdekaan, dan lomba rakyat yang dilaksanakan secaraoffline. Lomba-lomba tersebut semuanya bertemakan perjuangan dan kebangsaan. Santri-santri pun menunjukkan minatnya dalam mengikuti beragam lomba tersebut, terutama lomba foto kemerdekaan dan pesona kemerdekaan. Khusus untuk lomba rakyat, dalam penyelenggaraannya Bidang Pengembangan Prestasi yang digawangi oleh Iis Latifah, S.E. menggandeng RGM dan UGM. Lombanya pun beragam, seperti makan kerupuk syariah, bacok liwar, tarik rambang, estafet lempar air, dan lain-lain. Semua lomba tersebut diikuti oleh seluruh santri dari kelas 10 sampai kelas 12.Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan penghargaan santriterhadap sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, meningkatkan kreativitas dan kerja sama santri, serta menyalurkan minat dan bakatnya dalam berbagai jenis lomba yang diadakan. Sedangkan harapan yang ingin dicapai dari kegiatan ini berupa:Santri akan memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia dan pentingnya menjaga warisan budaya bangsa.Dengan berpartisipasi dalam lomba-lomba yang mengangkat tema perjuangan dan kebangsaan, diharapkan santri-santri dapat lebih menghargai dan memelihara nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme.Mengembangkan keterampilan kreativitas santri serta kemampuan bekerja sama dalam tim.Berikut para pemenang FCTA 2024:FOTOGRAFIRG1 MUHAMMAD RAFFI PUTRA PRATAMA (11 IPS 1)2 AJMAL FADHLA LAKSONO (11 AGAMA 1)3 MUHAMAD NAJMI AZHAR (11 MIPA 2)UG1 RAISYA AMALIA RAHMATINA (12 IPS 3)2 ARMIDA ISTIQOMATUDIANA (11 MIPA 3)3 CANTIK RAHMI S (12 AGAMA 2)PESONA PAHLAWANRG1 RAFKA AL KHALIFI ATMADJA (10-C)2 ZULFA AKBAR (12 IPS 1)UG1 RESTI RAIDHA IJJATI (10-F)2 EL-ZAINA QISTHI QOTRUNADA (12 IPS 2)3 RAISYA ANASTASYA FAHRUDIN (11 IPS 3)4 REFAH HUWAIDA (11 AGAMA 2)POSTERRG1 AHNAF RIHHADATUL AISYANA TAUFIK2 DZAKI AIMAN PUTRAUG1 GHAITSA INTAN TAJNIA (12 IPS 3)2 PUTRI TAZKI PAZRIYAH ( 12 MIPA 4)3 KEISYA MUTIARA (12 IPS 3)4 ALFIA, DANIA, NAJMA (12 MIPA 3)VIDEO PENDEKRG1 11 MIPA 22 12 AGAMA 1UG1 11 MIPA 42 12 MIPA 43 11 MIPA 34 10-HORASIRGBARIK ABDA ROBINA (XII IPS 1)UG1 QUEENY BILQIS WULANDARI (10-H)2 BILQIS ADAWIYAH RAHMAN (10-F)3 NAJA ADIRA KHOERUNNISA (11 MIPA 3)4 JIHAN MUGHNIA (10-I)5 ANNISA REVA (12 IPS 2)SIMFONI KEMERDEKAANRG1 ADITYA ADRIAN (12 IPS 1)2 MUHAMMAD ISMAIL AL AZMI (10-C)DEBATRGKELAS 121 MUHAMMAD RAFA AL QOWWAM (12 MIPA 1)2 SATRIA MUDA MADANI (12 IPS 1)3 MUFTI MIFTAHUL ULUM (12 AGAMA 1)KELAS 101 MUHAMMAD MUKTI MUTTAQIN (10-D)2 M. AQDAM HANIF PUTRA NASRUDIN (10-C)3 DZAKI A PRATAMA (10-A)KELAS 111 IRSYAD FAUZI (11 AGAMA 1)2 HIBBAN DLAIFULLAH AL JIYAD (11 MIPA 2)3 IBRAHIM MAHMUD (11 IPS 1)UGKELAS 121 ANNISA FITRI RAMADHANI (12 IPS 3)2 TAVIA FAIZA LATHIFAH (12 MIPA 4)3 ALAIKA AGHNA KHAIRUNNISA (12 MIPA 4)KELAS 111 TIARA RIZKI SEPTIANI (11 MIPA 4)2 LAFIFA TARRINANISA (11 AGAMA 2)3 MILLATI GHALIA NUR (11 IPS 3)KELAS 101 ASMA SYAUQI JINAN (10-H)2 AISYAH QONITA (10-E)3 AGNIA RAHMA AZZAHRA (10-F)








